Rabu, 14 Mei 2025

God.. are you there?

Jumat, 13 November 2020

Pirple Final Exam

 Finally, my journey in HTML and CSS course on Pirple has reached the finish line. To pass the exam, i need to recreate a well-known websites. The lists are:

A. Apple
B. Etsy
C. ESPN
D. Target
E. BBC News
F. StackOverflow
G. Amazon
H. WalMart
I. Zoom
J. Wikipedia
K. Tmall
L. CNN
M. Netflix
N. Merriam Webster
O. India Times
P. Daily Post
Q. Globo

At first, I was very interested with apple website. They look very simple and very clean.

Then I tried to recreate it. But it was difficult. I spent like two days trying to recreate the website. But on the third day, they changed the structure of their website.

Then I decided to go with netfilx website. After through some digging, i finally finished recreating the website. I really need to be more familiar with the elements that HTML and CSS have.

Really proud of myself

Thanks Pirple for the remarkable course

Kamis, 01 Oktober 2020

(Learning) HTML is fun...

What is HTML? HTML stands for HyperText Markup Language. According to wikipedia, HTML is the standard markup language for document designed to be displayed in a web browser. It can be assisted by technologies such as Cascading Style Sheets or CSS and scripting languages such as javascript. "Hypertext" is reffering to Hyperlink, while "Markup Language" is representing how Tags are used to define the layout or the design of a page and the elements within..

Just like any other programming language out there, HTML has some basic structure so it can be recognize by the browser. Some of the basic structures of HTML are :
<head>Defines the head portion of the document that contains information about the document.
<body>Defines the document's body.
<html>Defines the root of an HTML document.
<p>Defines a paragraph.

Senin, 08 Maret 2010

That what friends are for

Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That's what friends are for
In good times, in bad times
I'll be on your side forever more
Oh, that's what friends are for

Manusia emang gak pernah bisa hidup seorang diri. Sebagai mahluk sosial, semua orang ditakdirkan untuk mempunyai ketergantungan terhadap orang lain. Semua yang kita punya hari ini, pasti disebabkan karna campur tangan orang lain. Baju yang kita pakai, dibuat oleh buruh-buruh pabrik -yang kerjanya kadang tidak pernah mengenal kata cuti. Nasi yang kita makan tadi pagi, adalah hasil dari tangan-tangan terampil pak tani yang setia menanam padi walaupun hasil materi yang didapatnya mungkin hanya untuk bertahan hidup beberapa bulan ke depan. Mobil yang kita pakai untuk transport sehari-hari pun, tak lepas dari kepintaran orang-orang Jepang dan Eropa yang 'iseng' kepikiran buat mobil yang ngeluarin air, bukannya asap :D
Kalau buat orang-orang tersebut - yang notabene gak kita kenal secara pribadi - kita bisa mengucapkan terima kasih atas keterlibatan mereka dalam hidup kita, apalagi dengan orang-orang yang kita kenal secara dekat. Baik teman, pacar maupun sahabat. Belum lagi orang tua kita masing-masing. Meskipun mereka-mereka ini (pasti) mendukung kita, namun gak kadang pula mencaci kita. Dan segala bentuk opini mereka, suka gak suka sangat berpengaruh terhadap jalan hidup kita.
Kalo sanjungan dan pujian yang mereka lontarkan, tentu bakal bikin hidup kita semakin berwarna, semakin cerah dan akhirnya akan membuat langkah kita sangat ringan dalam mengarungi hidup ini. Tapi kalo yang keluar dari mulut-mulut mereka adalah cacian, kritikan - yang negatif - tentu bakal bikin kita down. Bakal bikin hidup kita - untuk sementara waktu - terasa begitu suram. Kita kadang gak bisa terima apa yang namanya cacian atau kritikan.
Tapi kadang kritikan tu perlu kita dengar, karena bagaimanapun itu adalah cara pandang sahabat kita - orang terderkat selain diri kita - melihat pribadi kita. Tentu dengan cara penyampaian yang elegan. Tidak sekedar kritik yang absurd, yang tidak ada dasarnya.
Seperti hari ini, ketika seorang sahabat datang berkunjung. Ada rasa kesal dan kecewa ketika gua mendengar kritikan-kritikan yang dia lontarkan. Tapi ya gua hargai karena itu mungkin adalah cara pandang dia terhadap tingkah laku kita. Ya, kita mah gak bisa protes. Bebas dong dia mau ngomong apa, orang mulut-mulutnya dia koq. Tapi justru dengan kritikan-kritikan itu - yang setelah direnungkan emang kebanyakan benernya daripada salahnya :p - kita semakin tau batas-batas kemampuan kita. Kita semakin sadar bahwa kita juga punya kelemahan dan punya keterbatasan. Tinggal sekarang bagaimana kita menyikapinya.
Dia bilang gua orangnya gak teguh pendirian. Gua akui itu. Gua gampang banget goyah dengan apa yang gua yakini (kecuali soal iman!!) Pendirian gua gak bisa sekokoh pendirian gua sama agama yang gua yakini. Gua masih gampang tergoda dengan hal-hal lain yang membuat pendirian gua goyah. Baik dari omongan maupun dari tindakan orang-orang tersebut.
Tapi karna omongan sahabat gua, hari ini gua belajar sesuatu. DO SOMETHING BECAUSE YOU WANT TO, NOT BECAUSE OF EVERYBODY WANTS TO!!!!! Selama ini gua masih ngelakuin sesuatu karena gua pengen memenuhi harapan orang lain. Bukan karena gua pengen meraih itu untuk KEBAHAGIAAN gua pribadi. Bukan buat KEPUASAN gua sendiri. Capek sih emang kalo harus memuaskan semua orang. Gak akan sanggup, karena pasti setiap orang berbeda dalam pengharapan kepada kita.

Thanks for coming pal....

Selasa, 09 Desember 2008

16 Blocks

Bruce Willis : Jack Mosley
Mos Def : Edward Bunker
David Morse : Frank Nugent
Sutradara : Richard Downer
Produksi : Warner Bros Picture (2006)
Rating : Highly Recommended



“Kau menyetir sendirian saat badai. Ada 3 orang di halte bus. Satu wanita tua yang sakit dan sekarat. Yang kedua, sahabatmu. Dia pernah menyelamatkan nyawamu. Dan, yang ketiga, gadis impianmu. Hanya ada satu tempat tersisa di dalam mobilmu. Siapa yang akan engkau bawa?”

Jack Mosley (Bruce Willis), anggota NYPD, bukanlah seorang polisi yang baik. Ia punya masalah dengan alkohol. Masalahnya ini sungguh berat. Ia selalu saja menyempatkan dirinya untuk mampir ke toko minuman untuk membeli minuman favoritnya.
Suatu pagi, sekitar pukul 8, selepas terjaga semaleman, ia ditugaskan atasannya untuk mengantar seorang tahanan dari penjara ke gedung pengadilan. Edward Bunker (Mos Def) akan bersaksi di hadapan juri untuk melawan beberapa anggota NYPD yang melakukan perbuatan menyimpang dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota polisi.
Di tengah jalan, ketika Jack Mosley berhenti untuk membeli minuman, seorang pembunuh bayaran mencoba untuk menembak mati Edward Burner. Upaya tersebut dapat digagalkan oleh Jack. Pembunuh bayaran tersebut disuruh oleh oknum polisi, Detektif Frank Nugent (David Morse) yang akan menjadi lawan Eddie di pengadilan.
Jack Mosley tidak tahu bahwa Eddie akan bersaksi juga melawan dirinya. Ia ternyata termasuk ke dalam daftar oknum-oknum yang menyeleweng. Di sinilah kemudian Jack Mosley dihadapkan pada sebuah keputusan yang sulit. Merubah perilakunya, atau kembali ke sifat aslinya yang mau enak sendiri.
Film ini sebenarnya hanya menceritakan kejadian selama satu hari, kurang lebih 2 jam tepatnya. Tapi kenapa film ini highly recommended adalah karena pergolakan batin yang dialami oleh Jack dalam menjalankan tugas. Jika ia mengantarkan Eddie sampai selamat ke pengadilan maka karirnya sebagai polisi akan terancam. Ia akan masuk penjara. Tapi ia juga punya tanggung jawab moral untuk menyelamatkan Eddie karena itulah tugas dari seorang polisi pengawal.
Maennya Bruce Willis oke banget. Karakternya sebagai seorang polisi yang berantakan pas pisan… Ceritanya simple tapi mengena. Cocok dengan kondisi negara kita. Coba para oknum-oknum yang udah ngebuat bangsa kita terpuruk mau sekali saja mempunyai mental dan perilaku seperti Jack Mosley…