<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1155923728069684529</id><updated>2011-07-29T11:14:04.992+07:00</updated><category term='Solaris'/><category term='Resensi Film'/><category term='Busway punya cerita'/><title type='text'>...my life, my journey...</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://koko-hernowo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1155923728069684529/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koko-hernowo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Koko Hernowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01591583430958211337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1155923728069684529.post-7583688503296075306</id><published>2010-03-08T00:22:00.000+07:00</published><updated>2010-03-08T00:23:13.586+07:00</updated><title type='text'>That what friends are for</title><content type='html'>Keep smiling, keep shining&lt;br /&gt;Knowing you can always count on me, for sure&lt;br /&gt;That's what friends are for&lt;br /&gt;In good times, in bad times&lt;br /&gt;I'll be on your side forever more&lt;br /&gt;Oh, that's what friends are for&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia emang gak pernah bisa hidup seorang diri. Sebagai mahluk sosial, semua orang ditakdirkan untuk mempunyai ketergantungan terhadap orang lain. Semua yang kita punya hari ini, pasti disebabkan karna campur tangan orang lain. Baju yang kita pakai, dibuat oleh buruh-buruh pabrik -yang kerjanya kadang tidak pernah mengenal kata cuti. Nasi yang kita makan tadi pagi, adalah hasil dari tangan-tangan terampil pak tani yang setia menanam padi walaupun hasil materi yang didapatnya mungkin hanya untuk bertahan hidup beberapa bulan ke depan. Mobil yang kita pakai untuk transport sehari-hari pun, tak lepas dari kepintaran orang-orang Jepang dan Eropa yang 'iseng' kepikiran buat mobil yang ngeluarin air, bukannya asap :D&lt;br /&gt;Kalau buat orang-orang tersebut - yang notabene gak kita kenal secara pribadi - kita bisa mengucapkan terima kasih atas keterlibatan mereka dalam hidup kita, apalagi dengan orang-orang yang kita kenal secara dekat. Baik teman, pacar maupun sahabat. Belum lagi orang tua kita masing-masing. Meskipun mereka-mereka ini (pasti) mendukung kita, namun gak kadang pula mencaci kita. Dan segala bentuk opini mereka, suka gak suka sangat berpengaruh terhadap jalan hidup kita.&lt;br /&gt;Kalo sanjungan dan pujian yang mereka lontarkan, tentu bakal bikin hidup kita semakin berwarna, semakin cerah dan akhirnya akan membuat langkah kita sangat ringan dalam mengarungi hidup ini. Tapi kalo yang keluar dari mulut-mulut mereka adalah cacian, kritikan - yang negatif - tentu bakal bikin kita down. Bakal bikin hidup kita - untuk sementara waktu - terasa begitu suram. Kita kadang gak bisa terima apa yang namanya cacian atau kritikan.&lt;br /&gt;Tapi kadang kritikan tu perlu kita dengar, karena bagaimanapun itu adalah cara pandang sahabat kita - orang terderkat selain diri kita - melihat pribadi kita. Tentu dengan cara penyampaian yang elegan. Tidak sekedar kritik yang absurd, yang tidak ada dasarnya.&lt;br /&gt;Seperti hari ini, ketika seorang sahabat datang berkunjung. Ada rasa kesal dan kecewa ketika gua mendengar kritikan-kritikan yang dia lontarkan. Tapi ya gua hargai karena itu mungkin adalah cara pandang dia terhadap tingkah laku kita. Ya, kita mah gak bisa protes. Bebas dong dia mau ngomong apa, orang mulut-mulutnya dia koq. Tapi justru dengan kritikan-kritikan itu - yang setelah direnungkan emang kebanyakan benernya daripada salahnya :p - kita semakin tau batas-batas kemampuan kita. Kita semakin sadar bahwa kita juga punya kelemahan dan punya keterbatasan. Tinggal sekarang bagaimana kita menyikapinya.&lt;br /&gt;Dia bilang gua orangnya gak teguh pendirian. Gua akui itu. Gua gampang banget goyah dengan apa yang gua yakini (kecuali soal iman!!) Pendirian gua gak bisa sekokoh pendirian gua sama agama yang gua yakini. Gua masih gampang tergoda dengan hal-hal lain yang membuat pendirian gua goyah. Baik dari omongan maupun dari tindakan orang-orang tersebut.&lt;br /&gt;Tapi karna omongan sahabat gua, hari ini gua belajar sesuatu. DO SOMETHING BECAUSE YOU WANT TO, NOT BECAUSE OF EVERYBODY WANTS TO!!!!! Selama ini gua masih ngelakuin sesuatu karena gua pengen memenuhi harapan orang lain. Bukan karena gua pengen meraih itu untuk KEBAHAGIAAN gua pribadi. Bukan buat KEPUASAN gua sendiri. Capek sih emang kalo harus memuaskan semua orang. Gak akan sanggup, karena pasti setiap orang berbeda dalam pengharapan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks for coming pal....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1155923728069684529-7583688503296075306?l=koko-hernowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koko-hernowo.blogspot.com/feeds/7583688503296075306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1155923728069684529&amp;postID=7583688503296075306' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1155923728069684529/posts/default/7583688503296075306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1155923728069684529/posts/default/7583688503296075306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koko-hernowo.blogspot.com/2010/03/that-what-friends-are-for.html' title='That what friends are for'/><author><name>Koko Hernowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01591583430958211337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1155923728069684529.post-8116676268883548383</id><published>2008-12-09T09:40:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T09:42:33.380+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Film'/><title type='text'>16 Blocks</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bruce Willis : Jack Mosley&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mos Def : Edward Bunker&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;David Morse : Frank Nugent&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sutradara : Richard Downer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Produksi : Warner Bros Picture (2006)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Rating : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Highly Recommended&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Kau menyetir sendirian saat badai. Ada 3 orang di halte bus. Satu wanita tua yang sakit dan sekarat. Yang kedua, sahabatmu. Dia pernah menyelamatkan nyawamu. Dan, yang ketiga, gadis impianmu. Hanya ada satu tempat tersisa di dalam mobilmu. Siapa yang akan engkau bawa?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jack Mosley (Bruce Willis), anggota NYPD, bukanlah seorang polisi yang baik. Ia punya masalah dengan alkohol. Masalahnya ini sungguh berat. Ia selalu saja menyempatkan dirinya untuk mampir ke toko minuman untuk membeli minuman favoritnya.&lt;br /&gt;Suatu pagi, sekitar pukul 8, selepas terjaga semaleman, ia ditugaskan atasannya untuk mengantar seorang tahanan dari penjara ke gedung pengadilan. Edward Bunker (Mos Def) akan bersaksi di hadapan juri untuk melawan beberapa anggota NYPD yang melakukan perbuatan menyimpang dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota polisi.&lt;br /&gt;Di tengah jalan, ketika Jack Mosley berhenti untuk membeli minuman, seorang pembunuh bayaran mencoba untuk menembak mati Edward Burner. Upaya tersebut dapat digagalkan oleh Jack. Pembunuh bayaran tersebut disuruh oleh oknum polisi, Detektif Frank Nugent (David Morse) yang akan menjadi lawan Eddie di pengadilan.&lt;br /&gt;Jack Mosley tidak tahu bahwa Eddie akan bersaksi juga melawan dirinya. Ia ternyata termasuk ke dalam daftar oknum-oknum yang menyeleweng. Di sinilah kemudian Jack Mosley dihadapkan pada sebuah keputusan yang sulit. Merubah perilakunya, atau kembali ke sifat aslinya yang mau enak sendiri.&lt;br /&gt;Film ini sebenarnya hanya menceritakan kejadian selama satu hari, kurang lebih 2 jam tepatnya. Tapi kenapa film ini highly recommended adalah karena pergolakan batin yang dialami oleh Jack dalam menjalankan tugas. Jika ia mengantarkan Eddie sampai selamat ke pengadilan maka karirnya sebagai polisi akan terancam. Ia akan masuk penjara. Tapi ia juga punya tanggung jawab moral untuk menyelamatkan Eddie karena itulah tugas dari seorang polisi pengawal.&lt;br /&gt;Maennya Bruce Willis oke banget. Karakternya sebagai seorang polisi yang berantakan pas pisan… Ceritanya simple tapi mengena. Cocok dengan kondisi negara kita. Coba para oknum-oknum yang udah ngebuat bangsa kita terpuruk mau sekali saja mempunyai mental dan perilaku seperti Jack Mosley…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1155923728069684529-8116676268883548383?l=koko-hernowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koko-hernowo.blogspot.com/feeds/8116676268883548383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1155923728069684529&amp;postID=8116676268883548383' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1155923728069684529/posts/default/8116676268883548383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1155923728069684529/posts/default/8116676268883548383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koko-hernowo.blogspot.com/2008/12/16-blocks.html' title='16 Blocks'/><author><name>Koko Hernowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01591583430958211337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1155923728069684529.post-6659783874125607708</id><published>2008-12-09T09:30:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T09:38:53.399+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Busway punya cerita'/><title type='text'>Busway oh busway</title><content type='html'>Tiap hari gua brangkat ke kantor naek busway. Halte terdekat dari kosan gue yaitu halte Warung Jati. Buat yang gak tau, tu halte adanya di yang mau ke arah Ragunan, right after halte Imigrasi kalo dari Kuningan. Jadi koridor buswaynya koridor 6 (Dukuh Atas – Ragunan).&lt;br /&gt;Biasanya gua keluar dari kosan jam 6.30, mpe di halte jam 6.40an lah.. Selain biar gak umpel-umplean, naek busway sebelom jam 7 pagi (dari jam 5 pagi) taripnya cuma 2 rebu perak… Mayan lah buat nambah2 beli makan. Kalo gua bangun siang (dan itu sering pisan…) gua terpaksa naek busway jam-jam 9 lebih. Kenapa? Karena dari jam 7 pagi ampe jam 9 pagi, Koridor ini (semua koridor kali ya…) penuhnya amit-amit. Hell on earth lah pokona!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaya hari ini.. Gua sebenernya bangun gak siang-siang amat. Jam 6 pagi dah dibangunin yangku, sekalian doi mao dines pagi. Lenje-lenje dulu lah 15 menit pikirku… DUENG!!!! ½ 7 dong…. Buru-buru we gosok gigi trus mandi. Ritual yang lainnya gak sempet :(( Byar byur byar byur…. beres deh acara mandinya.&lt;br /&gt;Lirik jam, 7 kurang ¼… Keburu lah nyampe halte sblom jam 7 mah.. Brangkat!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mpe halte dah jam 7 lewat semenit, kata jam yang di haltenya… Tapi pas gua kasih duit ceban, si mbaknya ngembaliin delapan rebu. Barti jamnya halte kecepetan.. Mayan… Di&lt;br /&gt;situ dah ada 5 orangan yang ikutan ngangtri. Dua cewe (satu ding… satu lagi ibu-ibu..) Dua om-om n satu perjaka ting-ting (THAT’S ME!!!!) Bis pertama liwat… Weleh, udah penuh bo… Yasud lah next bus ajah..&lt;br /&gt;Bis kedua melaju… B1j1, masih penuh aja… Bertambah padet ni tampaknya.. Gak ada yang naek-naek acan dari halte gua. Bahkan pintu belakang dah gak bisa dibuka lagi. Alamat buruk nih pikir gua… Bis ketiga… Keneh-keneh k3h3d!!!! Pinuh boy…. Buset, gimana urusannya nih. Masih pagi sih emang, jadi urang mah nyantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, gua mutusin buat naek bis yang ke arah ragunan.. Jemput bola istilah kerennya mah. Hup, naek lah gua ke arah Ragunan. Gua perhatiin halte demi halte yang ke arah Ragunan sugan we ada yang kosong trus gua bisa berpindah arah.. Halte pertama, ngantri… Kedua, saruana… Ketiga, pada bae.. Kagok lah, sakalian we ka Ragunan urang na. Sugan we kosong. Sebelom Ragunan ada halte DepTan. Rada2 rame ni halte. Si mbaknya bilang halte ini terakhir sebelom Ragunan.. Tadinya gua mao pindah bis di satu halte terakhir sebelom Ragunan, tapi tampaknya sarua keneh lah ngantri na.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe deh gua di Ragunan.. Memandang di kejauhan, tampak halte Ragunan. BUSET!!!!! Panjang pisan antriannya!!!!! Waduh, ternyata koridor 6 ini udah penuh dari mulai halte keberangkatan. ngantri.. engga… ngantri… engga…. Akhirnya gua mutusin buat ngopi2 dulu di warung. Kalem we, isuk keneh ieu.. Padahal geus jam 8 eta teh ;))&lt;br /&gt;Segelas kopi ampir abis waktu gua liat tu halte kagak sepi2.. Hayoh we daratang jelema2 teh.. Waduh, alamat lama nih..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesen ketoprak deh gua buat nemenin nunggu halte sepi… Kurang dari 10 menit tu piring dah tandas isinya berpindah ke perut gua.. Dasarnya emang gua belom b0k3r tadi pagi,&lt;br /&gt;tambahan sepiring ketorpak yang rada pedes jelas2 menambah girang cacing-cacing di perut gua.. Pada jijingkrakkan kali mereka, mpe mules nih perut..&lt;br /&gt;Clingak-clinguk, koq gak sepi2…&lt;br /&gt;Padahal dah jam 8.15 tuh. Bis bayar2 semuanya, gua mutusin buat ikut ngantri.. Cebanan gua berpindah tangan ke si yang jaga tiket. Abis itu ngantri deh gue.. Gak gitu panjang antriannya. Dua bis kemudian naek lah gua… Gua liat jam, 8:30 pagi.. Cik, gua mao nyirian waktu tempuh dari Ragunan ke Semanggi.. Halte demi halte dilewati tanpa penambahan penumpang yang berarti. Ya iya lah, orang dari Ragunan aja dah umpel-umpelan!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe akhirnya ngelewatin halte Warung Jambu, Halte gua yang deket kosan… Pas gua liatin sekilas, koq si om-om yang tadi ngantri bareng gua masih ada.. Anj1r, barti dia dari tadi (kurang lebih satu jam-an) nongkrong aja gitu di halte!!! Betah banget dia nongkrong di halte… Mending ge gua, udah sempet ngupi n nyarap ketoprak.. Kagak ngantor&lt;br /&gt;om????&lt;br /&gt;Buset, kebayang aj dong kalo tiba-tiba ada kejadian luar biasa yang membuat penumpang dari Ragunan kagak sepi-sepi ampe sore.. Berkarat kali tu si om nongkrong terus di halte ampe sore….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1155923728069684529-6659783874125607708?l=koko-hernowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koko-hernowo.blogspot.com/feeds/6659783874125607708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1155923728069684529&amp;postID=6659783874125607708' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1155923728069684529/posts/default/6659783874125607708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1155923728069684529/posts/default/6659783874125607708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koko-hernowo.blogspot.com/2008/12/busway-oh-busway.html' title='Busway oh busway'/><author><name>Koko Hernowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01591583430958211337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1155923728069684529.post-1088706096656903030</id><published>2008-12-09T09:28:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T09:29:49.803+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Solaris'/><title type='text'>Upgrading Java version (JSE) in Solaris</title><content type='html'>I'm going to show you how to up-grade your java version in Solaris 10..&lt;br /&gt;First of all, check your current version&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;root@u10 # java -version&lt;br /&gt;java version "1.5.0_07"&lt;br /&gt;Java(TM) 2 Runtime Environment, Standard Edition (build 1.5.0_07-b03)&lt;br /&gt;Java HotSpot(TM) Client VM (build 1.5.0_07-b03, mixed mode, sharing)&lt;br /&gt;root@u10 #&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here, we can see that the java version in my box is 1.5.0_07&lt;br /&gt;We want to up-grade the latest version. You can get the latest version from here. In this tutorial, I'm going to up-grade the java into 6update3. The file named jdk-6u3-solaris-sparc.tar.Z&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unzip the file in any folder (/tmp for example)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;root@u10 # gunzip jdk-6u3-solaris-sparc.tar.Z&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It will create the gunzip jdk-6u3-solaris-sparc.tar&lt;br /&gt;Untar the file&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;root@u10 # tar xvf jdk-6u3-solaris-sparc.tar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The result :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;root@u10 # ls&lt;br /&gt;COPYRIGHT SUNWj6rt&lt;br /&gt;LICENSE SUNWjavadb-client&lt;br /&gt;README.html SUNWjavadb-common&lt;br /&gt;SUNWj6cfg SUNWjavadb-core&lt;br /&gt;SUNWj6dev SUNWjavadb-demo&lt;br /&gt;SUNWj6dmo SUNWjavadb-docs&lt;br /&gt;SUNWj6jmp SUNWjavadb-javadoc&lt;br /&gt;SUNWj6man&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Add the package&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;root@u10 # pkgadd -d /tmp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solaris will perform the package installation. Just follow all the steps.&lt;br /&gt;After that check the /usr/jdk folder&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;root@u10 # cd /usr/jdk&lt;br /&gt;root@u10 # ls&lt;br /&gt;instances jdk1.5.0_07 latest&lt;br /&gt;j2sdk1.4.2_12 jdk1.6.0_03 packages&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You'll see the new folder named jdk1.6.0_03. That's the new folder Solaris made after the pkgadd command.&lt;br /&gt;In Solaris, java reside in /usr/java&lt;br /&gt;Change your directory to /usr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;root@u10 # cd /usr&lt;br /&gt;root@u10 # ls -ltr java&lt;br /&gt;lrwxrwxrwx 1 root other 15 Sep 12 21:48 java -&gt; jdk/jdk1.5.0_07&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As you can see, /usr/java is a link to /usr/jdk/jdk1.5.0_07 folder. Remember the current version of java.. That's right, 1.5.0_07 is the current version.&lt;br /&gt;Next step is, change the link destination to /usr/jdk/jdk1.6.0_03&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;root@u10 # rm java (remove the current link)&lt;br /&gt;root@u10 # ln -s jdk/jdk1.5.0_03 java (create new link)&lt;br /&gt;root@u10 # ls -ltr java&lt;br /&gt;lrwxrwxrwx 1 root root 15 Nov 28 22:35 java -&gt; jdk/jdk1.6.0_03&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The link has been created.&lt;br /&gt;And the step, check your current java version&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;root@u10 # java -version&lt;br /&gt;java version "1.6.0_03"&lt;br /&gt;Java(TM) SE Runtime Environment (build 1.6.0_03-b05)&lt;br /&gt;Java HotSpot(TM) Client VM (build 1.6.0_03-b05, mixed mode, sharing)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--EOF--&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1155923728069684529-1088706096656903030?l=koko-hernowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koko-hernowo.blogspot.com/feeds/1088706096656903030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1155923728069684529&amp;postID=1088706096656903030' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1155923728069684529/posts/default/1088706096656903030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1155923728069684529/posts/default/1088706096656903030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koko-hernowo.blogspot.com/2008/12/upgrading-java-version-jse-in-solaris.html' title='Upgrading Java version (JSE) in Solaris'/><author><name>Koko Hernowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01591583430958211337</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
